Modifikasi Apik Accord 2003, habiskan Biaya Lebih dari Setengah Miliar

Modifikasi Apik Accord 2003, habiskan Biaya Lebih dari Setengah MiliarModifikasi Apik Accord 2003, habiskan Biaya Lebih dari Setengah Miliar

Punya tunggangan yang berbeda bagi sebagian pemilik mobil barangkali memiliki rasa kebanggaan tersendiri. Ini setidaknya dirasakan oleh Viriya Nanda Susanto. Agar punya ciri khas dengan besutan orang lain, Honda Accord lansiran 2003 miliknya pun lantas direstorasi naik kelas dengan dijejali perangkat premium.

Bukan perkara mudah bagi Renaldo, modifikator yang menggarap mobil Viriya. Pemilik bengkel bengkel Zoom di Jawa Timur memutar otak untuk mendandani mobil milik Viriya. Modifikasi berkonsep daily use, Honda Accord generasi ketujuh ibni dipermak secara apik. Alhasil sosok dalam dan bagian luar mobil berubah drastis.

Sebelum jadi seperti sekarang ini, bagian bodi menjadi menjadi sektor yang digarap lebih dulu. Renaldo mengganti seluruh bodi mobil, mulai dari wide body, bodykit hingga kap mesin. MRenaldo mengaku kenadala paling sulit adalah merubah faceliftnya, karena konturnya jauh berbeda antara tipe lama dan baru.

Tidak heran jika Renaldo sempat 3 kali bolak-balik merombak bodi. “Jadi, yang paling susah adalah merombak kap mesin sama bagasi, supaya tampilannya jadi keliatan manis serta nyambung,” beber pria asal Semarang ini.

Lantaran tidak mudah dan beberapa kali rombak, proses pengerjaannya pun memakan waktu tidak sebentar. Mulai dari penyediaan part, konsep, hingga detailnya menghabiskan waktu sekitar satu tahun.

“Setahun dalam artian, menunggu part-nya ya, pengerjaannya sih sekitar 6 bulan. Untuk kap mesin satu bulan, bagasi juga sebulan,” ungkapnya.

Menilik ke sektor buritan, lampu belakang sedan ini juga sudah facelift dengan menyematkan lampu Accord 2017 untuk depan dan belakang. Pasalnya, lampu tersebut belum ada di Indonesia, dan running lead-nya impor dari Thailand.

Bukan perkara gampang juga dalam urusan lampu-lampu. Tidak bisa main comot dan pasang, karena perlu pengaturan yang cermat. “Mengatur sorot-sorot lampunya, itu tidak gampang lho, dan tidak bisa sembarangan. Jangan kita main pasang tapi sorot lampunya tidak diatur. Nah, kita sudah mengatur posisi sorot lampunya, jadi tidak bakalan ngaco,” cetusnya.

Renaldo pun menyematkan moonroof ke mobil Viriya, sehingga terlihat sporti dan ciamik. Yang menarik menurut pengakuannya, Moonroof yang diaplikasi di mobil Viriya cuma ada satu di Indonesia, dan diimpor dari Korea.

“Biasanya moonroof yang standar itu bentuknya datar, tapi kalau yang ini agak melengkung,” jelas Renaldo.

Sektor kaki-kaki tak luput dari perhatian. Terpasanglah velg work wheels meister S1 yang bersanding dengan karet oembungkus Toyo T1R untuk depan dengan berukuran 245/35/19″, dan belakang 285/30/19″.

Untuk disk brake dicomot Brembo 6pot 360 mm drilled rotor untuk depan dan 4pot 360mm drilled rotor untuk belakang. Sebagai pelengkap mobil ini juga sudah terpasang air suspensi ball on.

Interior dan mesin

Beraih ke interior. Jok sudah dibungkus full redesign & stitching rainbow MB Tech seat, kemudian kabinnya dari leather pro asal Bali. Mulai dari dashboard, setir serta panel-panel menggunakan karbon.

Namun untuk urusan hiburan, Viriya tidak melakukan banyak penggantian. sound system, atau audionya tetap standar. Kedepan, Viriya mengaku akan mengaplikasi perangkat sound system secara menyeluruh, termasuk .merubah cat, eksterior atau body kit, dan kaki-kaki.

Sektor dapur pacu pun dimodifikasi dengan melakukan custom turbokit using Garrett m24 ar60, RXZ performance intercooler piping. “Kita hanya menambah turbocharger, kalo mesin tidak ada perubahan masih tetap menggunakan mesin Honda Accord,” ujar Renaldo.

Sejauh ini Viriya mengaku puas dengan mobilnya hasil tangan dingin Renaldo. Viriya yang aktif bergelut sebagai distributor keramik di Semarang ini mengaku merogoh kocek sekitar Rp 600 juta untuk merestorasi mobil kesayangannya. .

“Saya memiliki kebebasan untuk berkreasi, makanya kalau saya sudah dipercaya oleh customer, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan keinginannya,” tukas Renaldo menyikapi rasa puas konsumennya terhadap modifikasi yang dilakukan bengkelnya.

Dengan garap yang apik, tak heran jika mobil Viriya menyandang gelar The King di Banyuwangi dan Jogja pada kontes Indonesia Automodified (IAM), serta pernah dinobatkan sebagai The King pada Honda Fest 2018 di Surabaya lalu.

Sementara pada IAM yang digelar 19-29 April 2018 lalu, Honda Accord Viriya ini menyabet tropi Car and Model Award, Hottest Car Display, The Perfect Paint, Instance, Best Flush, Finest Fitment-air rade, The IAM Rep, Best interior-vibe, Best VIP Japanese, Best Saloon, People Choice Best Car, dan The Best Asian Modified Car.

SUMBER  : otosia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *